Kinerja Keuangan: Ditinjau Dari Koneksi Politik, Risiko Kredit, Dan Keberadaan Perempuan Studi Tentang Perusahaan Perbankan Di Indonesia Untuk Periode 2021–2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1160Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koneksi politik (political connections), risiko kredit (credit risk), dan keberadaan perempuan (board gender diversity) terhadap kinerja keuangan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 44 perusahaan perbankan dengan total 220 observasi data panel. Analisis data diolah menggunakan perangkat lunak EViews 12 dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) berdasarkan hasil uji Chow dan uji Hausman. Kinerja keuangan diproyeksikan melalui Return on Assets (ROA), koneksi politik diukur dari proporsi dewan terhubung politik (POLCON), risiko kredit diukur melalui Non-Performing Loans (NPL), dan keberadaan perempuan diukur dari rasio dewan perempuan (GENDER). Hasil penelitian membuktikan bahwa koneksi politik dan risiko kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja keuangan perbankan. Sebaliknya, keberadaan perempuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Secara simultan, ketiga variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan nilai Adjusted R-squared sebesar 67,32%. Temuan ini mengonfirmasi Agency Theory dan Upper Echelons Theory, serta menegaskan pentingnya pengetatan fit and proper test dan pendorongan inklusivitas gender dalam struktur dewan untuk meminimalkan distorsi politik serta meningkatkan efisiensi tata kelola perbankan.






