Problematika Isrāiliyyāt Dan Al-Maudlū’āt Dalam Kitab-Kitab Tafsir (Standarisasi Al-Dakhīl Perspektif Muhammad Bin Muhammad Abū Shahbat)

Authors

  • Muhammad Husnan UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Mufidatul Hasan UIN Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1315

Abstract

Dalam penafsiran Al-Qur'an, istilah-istilah yang berkaitan dengan praktik keberadaan al-isrā'īliyyāt dan al-maudlū'āt bukan lagi hal yang asing. Ada suatu fase dalam dinamika penafsiran Al-Qur'an yang membuka ruang masuknya al-isrā'īliyyāt dan al-maudlū'āt dalam kapasitas yang besar. Sebagian mufasir meringkas rangkaian sanad pada setiap halamannya. Pemalsuan terjadi dalam penafsiran Al-Qur'an, riwayat-riwayat yang otentik bercampur dengan topik-topik yang cacat. Ironisnya, mereka menganggap bahwa inti (pendapat) mereka adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dalam kajian tafsir dikenal istilah al-dakhīl, yaitu menafsirkan Al-Qur'an tanpa dasar, sumber, dan argumen yang valid serta dapat dijustifikasi dari sisi agama. Dua faktor yang menyebabkan munculnya al-dakhīl adalah: faktor eksternal, yaitu faktor dari luar agama Islam yang ingin menghancurkan Islam secara sistematis dan menyeluruh melalui penafsiran Al-Qur'an; dan faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari orang-orang yang mengaku Muslim, namun memiliki perbedaan dengan penafsiran-penafsiran yang memperoleh kritik dan melanggar kaidah-kaidah syariat Islam. Atas dasar inilah, kemudian Muḥammad bin Muḥammad Abū Syahbah merumuskan standar yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu hal termasuk al-dakhīl atau tidak, khususnya terkait al-isrā'īliyyāt dan al-maudlū'āt. Penjelasan ini ditulis dalam sebuah buku berjudul Al-Isrā'īliyyāt wa al-Maudlū'āt fī Kutub al-Tafsīr, setelah melalui penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-analitis dengan model studi pustaka (literature study), yang menghasilkan temuan bahwa riwayat-riwayat yang dihasilkan dari penggunaan al-isrā'īliyyāt dan al-maudlū'āt yang tergolong al-dakhīl secara otomatis merupakan al-maudlū'āt. Sementara itu, al-isrā'īliyyāt yang tergolong al-dakhīl adalah al-isrā'īliyyāt al-bāṭilat.

Published

2026-09-25

How to Cite

Husnan, M., & Hasan, M. (2026). Problematika Isrāiliyyāt Dan Al-Maudlū’āt Dalam Kitab-Kitab Tafsir (Standarisasi Al-Dakhīl Perspektif Muhammad Bin Muhammad Abū Shahbat). Science and Education Journal (SICEDU), 5(3), 2854–2865. https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1315