Analisis Kelayakan Ekonomi Dan Finansial (Studi Kasus: Jalan Tol Probolinggo – Banyuwangi Paket I, II & III)
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1320Abstract
Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket I, II, dan III direncanakan untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi transportasi di Jawa Timur. Peningkatan volume lalu lintas pada jalan eksisting berpotensi menurunkan tingkat pelayanan, meningkatkan waktu tempuh, dan Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi lalu lintas eksisting, potensi perpindahan kendaraan ke jalan tol, serta manfaat ekonomi melalui penghematan BOK dan nilai waktu perjalanan. Studi menggunakan data sekunder dari instansi terkait dan literatur dengan pendekatan without project dan with project. Kelayakan dianalisis menggunakan Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Internal Rate of Return (IRR). Hasil analisis ekonomi menunjukkan BCR 1,23, NPV Rp2.960.867.181.166,29, dan EIRR 11,16%. Analisis finansial menghasilkan BCR 1,89, NPV Rp10.052.647.141.406,20, FIRR 11,09%, dan Payback Period (PP) tahun ke-32. FIRR lebih besar daripada MARR (11,09% > 8,47%), sehingga investasi memenuhi tingkat pengembalian minimum dan tidak memerlukan Viability Gap Funding (VGF). Dengan demikian, pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket I, II, dan III dinyatakan layak secara ekonomi dan finansial.






