Optimalisasi Visualisasi Laring Pada Intubasi Endotrakeal melalui Penggunaan Anesthesia Pillow Dalam Posisi Sniffing
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1181Keywords:
anesthesia pillow, sniffing position, epiglottic visualization, endotracheal intubation, Cormack–Lehane classification.Abstract
Keberhasilan intubasi endotrakeal selama anestesi umum sangat dipengaruhi oleh kualitas visualisasi struktur laring, terutama epiglotis dan glotis. Posisi kepala dan leher yang tepat berperan penting dalam meningkatkan keselarasan jalan napas dan mempermudah tindakan laringoskopi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan anesthesia pillow yang dikombinasikan dengan sniffing position terhadap visualisasi epiglotis pada pasien dewasa yang menjalani intubasi intraoperatif di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan rancangan post-test only control group design yang melibatkan 36 pasien dewasa yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum dan intubasi endotrakeal. Responden dibagi menjadi kelompok intervensi (anesthesia pillow dengan sniffing position) dan kelompok kontrol (sniffing position saja). Visualisasi epiglotis dinilai menggunakan klasifikasi Cormack–Lehane. Hasil menunjukkan menggunakan uji Fisher Exact test menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,691 (> 0,05), yang menunjukkan bahwa penggunaan anesthesia pillow yang dikombinasikan dengan sniffing position memberikan visualisasi laring yang lebih baik selama intubasi. Dengan demikian, kombinasi anesthesia pillow dan sniffing position secara signifikan meningkatkan visualisasi epiglotis pada pasien dewasa yang menjalani intubasi endotrakeal dengan anestesi umum.






