Efektivitas Kombinasi Terapi Oksigen Melalui Nasal Cannula Dan Posisi Semirecumbent 30° Dalam Mempertahankan Saturasi Oksigen Pasca General Anesthesia Pada Perokok
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1187Abstract
Desaturasi merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien perokok pasca general anesthesia akibat gangguan ventilasi dan oksigenasi. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipoksia apabila tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian oksigen melalui nasal cannula dan positioning 30° terhadap pencegahan desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia di Post Anesthesia Care Unit (PACU). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 44 responden. Pengukuran saturasi oksigen dilakukan menggunakan pulse oximeter sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (84,1%), berusia 36-45 tahun (25,0%), memiliki durasi merokok lebih dari 20 tahun (43,2%), dan menjalani operasi kurang dari 1 jam (45,5%). Setelah pemberian oksigen melalui nasal cannula dan positioning 30°, terjadi peningkatan saturasi oksigen pada sebagian besar responden. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), sehingga terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi terhadap pencegahan desaturasi pada pasien perokok pasca general anesthesia di Post Anesthesia Care Unit (PACU).






