Penurunan Reject Kemasan Bottom Powder Kosmetik Dengan Pendekatan Plan, Do, Check, Action Dan Failure Mode And Effects Analysis (FMEA) Di Industri Manufaktur Kosmetik
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i2.1004Kata Kunci:
Reject Packaging, FMEA, PDCA, 5W 1H, Risk Priority Number (RPN), Pengendalian KualitasAbstrak
Kualitas produk merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kepuasan konsumen dan meningkatkan daya saing perusahaan manufaktur kosmetik. PT PTI sebagai perusahaan manufaktur kosmetik masih menghadapi permasalahan tingginya jumlah Reject pada proses packing powder, khususnya pada jenis Reject stiker bottom sobek, inject menabrak printing, dan inject stiker bottom terpotong. Tingginya tingkat Reject tersebut menyebabkan penurunan efektivitas proses produksi, meningkatnya pemborosan material, bertambahnya biaya produksi, serta menurunkan kualitas hasil pengemasan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya Reject pada proses packing powder serta menentukan usulan perbaikan untuk menurunkan tingkat Reject pada Divisi Powder Zona A PT PTI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Plan, Do, Check, Action (PDCA) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Pengolahan data dilakukan menggunakan histogram, diagram Pareto, fishbone diagram, serta analisis Risk Priority Number (RPN) untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko kegagalan tertinggi. Data penelitian diperoleh dari data produksi dan Reject periode W36 sampai W41 tahun 2025 pada Line PNP 03 Divisi Powder Zona A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis Reject dominan adalah stiker bottom sobek dengan jumlah Reject sebesar 5.200 pcs atau 45,87% dari total Reject. Berdasarkan analisis FMEA diperoleh nilai RPN tertinggi sebesar 567 pada jenis Reject stiker bottom sobek sehingga menjadi prioritas utama dalam tindakan perbaikan. Faktor penyebab utama Reject berasal dari faktor mesin, metode kerja, material, dan operator. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi pengecekan setting mesin secara berkala, peningkatan ketelitian operator, perawatan mesin secara rutin, pembuatan standar setting mesin, serta peningkatan pengawasan proses packing. Hasil implementasi perbaikan menunjukkan adanya penurunan jumlah Reject pada proses packaging powder. Dengan diterapkannya metode PDCA dan FMEA, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produk, mengurangi jumlah Reject, serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses produksi pada Divisi Powder Zona A PT PTI secara berkelanjutan dan optimal.






