Studi Perubahan Garis Pantai Watu Ulo Kabupaten Jember Menggunakan Data Landsat 8
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1035Kata Kunci:
Abrasi, Akresi, Euclidean Distance, Landsat 8, NDWIAbstrak
Perubahan garis pantai berupa abrasi dan akresi merupakan fenomena dinamis wilayah pesisir. Pantai Watu Ulo di Kabupaten Jember rentan karena merupakan pantai terbuka (open coast) yang berhadapan langsung dengan gelombang besar Samudra Hindia. Penelitian ini bertujuan menganalisis laju perubahan garis pantai di Pantai Watu Ulo periode 2021–2025. Metode yang digunakan adalah integrasi teknologi pengindraan jauh menggunakan Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS multitemporal. Batas darat-laut diekstraksi dengan algoritma Normalized Difference Water Index (NDWI) pada ArcGIS 10.8, sedangkan pergeseran horizontal dianalisis pada 20 transek menggunakan metode Euclidean Distance. Hasil penelitian menunjukkan dinamika pantai didominasi oleh abrasi sebesar 55% (11 transek), sementara akresi sebesar 45% (9 transek). Abrasi paling ekstrem terjadi pada Transek 15 di segmen tengah dengan total kemunduran mencapai -18,30 meter (laju rata-rata -4,58 meter/tahun). Sebaliknya, akresi tertinggi ditemukan pada Transek 11 sebesar 13,37 meter yang dipengaruhi pelindung alami formasi batuan "Watu Ulo". Integrasi NDWI dan Euclidean Distance terbukti andal serta efisien untuk monitoring dinamika pantai terbuka berenergi gelombang tinggi.






