Aswaja Sebagai Pemikiran Dan Gerakan: Genealogi Intelektual, Moderasi Keagamaan, Dan Transformasi Sosial Di Madura
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1235Abstrak
Artikel ini membahas Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) sebagai pemikiran dan gerakan dalam dinamika Islam Madura. Aswaja tidak hanya dipahami sebagai doktrin teologis, tetapi juga sebagai manhaj al-fikr yang membentuk cara memahami agama, realitas sosial, dan perubahan zaman, sekaligus sebagai harakah yang diwujudkan melalui praksis pendidikan, dakwah, sosial, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis historis-kritis. Sumber penelitian meliputi karya-karya ulama klasik, literatur pesantren, pemikiran Nahdlatul Ulama, serta kajian kontemporer mengenai moderasi Islam dan transformasi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Aswaja dibangun di atas sintesis antara teologi Asy'ariyah-Maturidiyah, fikih empat mazhab, dan tasawuf Sunni. Kerangka pemikiran tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal. Sebagai gerakan, Aswaja berkembang melalui institusi pesantren, organisasi sosial-keagamaan, pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Artikel ini berargumen bahwa kekuatan Aswaja terletak pada kemampuannya menghubungkan kontinuitas tradisi dengan perubahan sosial, sehingga dapat menjadi paradigma keislaman yang moderat, inklusif, dan adaptif dalam menghadapi modernitas, digitalisasi, dan perkembangan kecerdasan buatan.






