Penggunaan Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v3i3.210Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di kelas IV UPT SD Negeri 008 Langgini 2023/2024 yang berjumlah 22 orang siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahap pembelajaran yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, observasi dan tes. Hasil kemampuan berpikir kritis di siswa kelas IV UPT SD Negeri 008 Langgini pada pratindakan nilai rata-rata 52,27 dengan persentase ketuntasan belajar 27%. Pada siklus 1 pertemuan I nilai rata-rata 60,27 dengan persentase ketuntasan belajar 41% dan pada siklus 1 Pertemuan II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 67,5 dengan persentase ketuntasan belajar 50%. Pada siklus 2 pertemuan I mengalami peningkatan juga dengan nilai rata-rata 74,54 dengan persentase ketuntasan belajar 77%, dan pada siklus 2 pertemuan II mengalami peningkatan lagi dengan nilai rata-rata 81,59 dengan persentase ketuntasan belajar 86%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa di kelas IV UPT SD Negeri 008 Langgini.






