Pengembangan Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Numerik Bentuk Uraian Dengan Menerapkan Generalized Partial Credit Model (GPCM) Untuk Siswa SD
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i2.652Kata Kunci:
Generalized Partial Credit Model, Asesmen Kompetensi Minimum, literasi numerik, instrumen uraian, Item Response Theory, Sekolah DasarAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji kualitas instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi numerik bentuk uraian untuk siswa kelas V sekolah dasar dengan menerapkan Generalized Partial Credit Model (GPCM). Instrumen dikembangkan melalui model formative research dari Tessmer (1993) yang mencakup tahap preliminary, self-evaluation, dan formative evaluation. Tiga paket instrumen dikembangkan, masing-masing terdiri dari 10 butir uraian dengan penskoran politomus (skor 0–3) berdasarkan tiga level kognitif AKM: knowing, applying, dan reasoning. Uji coba dilakukan pada 100 siswa kelas V dari tiga sekolah dasar di Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan: (1) seluruh butir soal valid secara isi dengan nilai CVR dan CVI sebesar 1,00; (2) konsistensi internal butir baik dengan korelasi product moment > 0,1966; (3) reliabilitas sangat tinggi dengan koefisien Alpha Cronbach sebesar 0,871, 0,888, dan 0,875; (4) daya beda butir berkisar antara 0,247–0,765; (5) taraf kesukaran bervariasi pada kategori sedang hingga sukar; (6) analisis ICC-GPCM menunjukkan peningkatan peluang skor tinggi seiring meningkatnya kemampuan siswa; dan (7) validitas konkuren menggunakan analisis jalur berbantuan SmartPLS menunjukkan hubungan positif dan signifikan ketiga paket terhadap hasil belajar matematika (p < 0,05). Instrumen yang dikembangkan sudah memenuhi persyaratan untuk mengukur kemampuan literasi numerik siswa SD secara akurat.






