Evaluasi Kinerja Operasional Dan Kelayakan Tarif Bus Trans Jatim Koridor I Rute Gresik – Sidoarjo Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan, ATP, Dan WTP
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.1287Keywords:
Bus Trans Jatim, Kinerja Operasional, Biaya Operasional Kendaraan, Ability To Pay, Willingness To PayAbstract
Pertumbuhan kendaraan bermotor yang tidak diimbangi peningkatan kapasitas jalan menyebabkan kemacetan di wilayah Gresik, Surabaya, dan Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik penumpang, kinerja operasional, Biaya Operasional Kendaraan (BOK), serta kelayakan tarif berdasarkan Ability To Pay (ATP) dan Willingness To Pay (WTP) pada Bus Trans Jatim Koridor I. Penelitian menggunakan survei statis, survei dinamis, dan kuesioner terhadap 100 responden. Analisis kinerja operasional meliputi Load factor, headway, waktu tunggu, dan waktu tempuh, sedangkan kelayakan tarif dianalisis berdasarkan BOK, ATP, dan WTP serta dibandingkan dengan tarif eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa headway, waktu tunggu, dan waktu tempuh telah memenuhi standar, sedangkan Load factor sebesar 54% belum memenuhi standar 70%. BOK diperoleh sebesar Rp7.054,38 per bus-km dengan tarif berdasarkan BOK sebesar Rp19.700 per penumpang. Nilai ATP sebesar Rp13.600 untuk penumpang umum dan Rp9.700 untuk pelajar, sedangkan WTP masing-masing sebesar Rp6.700 dan Rp5.800. Tarif eksisting sebesar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 untuk pelajar masih berada di bawah ATP dan WTP, sehingga terdapat ruang penyesuaian tarif sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi pemerintah dengan tetap mempertimbangkan kemampuan dan kesediaan membayar pengguna.






