Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi Belajar, Dan Karakter WASAKA Melalui Kombinasi Model Problem Based Learning, Example Non Example, Dan Snowball Throwing Pada Pembelajaran IPAS Di Sekolah Dasar
DOI:
https://doi.org/10.31004/sicedu.v5i3.934Kata Kunci:
Berpikir kritis, IPAS, Karakter WASAKA, Motivasi Belajar, Problem Based LearningAbstrak
Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi permasalahan rendahnya kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, dan karakter WASAKA (kerja keras) murid sehingga diperlukan model pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis, motivasi belajar, dan karakter WASAKA melalui kombinasi model Problem Based Learning, Example Non Example, dan Snowball Throwing (BALANTING).
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada 12 murid kelas V SDN Tigarun. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis
secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model BALANTING
meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Aktivitas guru meningkat dari 75,00% menjadi 96,43%, aktivitas murid dari 41,67% menjadi 91,67%, kemampuan berpikir kritis dari 16,67% menjadi 83,33%, motivasi belajar dari 33,33% menjadi 91,67%, serta karakter WASAKA
(kerja keras) dari 25,00% menjadi 91,67%. Peningkatan tersebut diikuti oleh meningkatnya hasil belajar kognitif dan psikomotorik hingga mencapai indikator keberhasilan klasikal. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan, kombinasi model BALANTING efektif diterapkan dalam pembelajaran IPAS untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, meningkatkan motivasi belajar, membentuk karakter WASAKA, serta meningkatkan hasil belajar murid sekolah dasar






